Butuh IT Support untuk kegiatan Perusahaan/ Institusi Anda? Himakom siap sebagai Organisasi Sosial Mahasiswa.
Seminar IT/Komputer

Pelatihan Hardware & Software

Web Design & Web programing

Maintanance Komputer

Himakom Linux Support (HLS)

Recruitment Karyawan IT

 
 
Kontak kami disini
 
 

 

 

 

 

 
 
 

Sistem Kontrol Peralatan Elektronik Melalui SMS (Short Messages Service)

Creator :Rahman Ali, Wahyuni, Surianti
Pembimbing :Ir.Lewi MT, Hazriani S.Kom
Kontak : YM: internisti84, Hp:085242079713

Arsitektur Sistem
Pada perancangan sistem ini ada beberapa bagian yang dirancang yaitu rangkaian interface untuk mengontrol alat elektronik dan program aplikasi yang berfungsi untuk mengendalikan rangkaian interface serta rangkaian feedback yang berfungsi untuk memberikan sinyal umpan balik dari peralatan elektronik yang dikontrol.

Bahan dan Alat
1. Komputer
Adapun spesifikasi komputer yang digunakan pada perancangan sistem kontrol alat elektronik melalui sms ini adalah sebagai berikut :
- Processor Intel Pentium IV 1,7 Ghz
- Memory DDR 256 MB
- Harddisk 40 GB Seagate Baraccuda
- Motherboard Asus P4S533-X
- VGA Card Geeforce 4 64 MB
- Mouse & Keyboard
2. Komponen elektronika yang digunakan
a. Komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan rangkaian interface adalah:
- 8 buah resistor bernilai 470 ohm dan 8 buah resistor 4,7 kilo ohm
- 8 buah Dioda IN4001
- 8 buah Optocoupler 4N35
- 8 buah Transistor 2N2222
- 8 buah Relay 6 volt
- 8 buah LED sebagai indikator
- 1 buah Konektor DB 25 (female)
- 2 buah Konektor DB 25 (male)
b. Komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan rangkaian feedback adalah :
- 2 buah Resistor bernilai 220 ohm
- 2 buah Relay AC 220 Volt
3. Handphone
Handphone yang digunakan pada sistem kontrol alat elektronik melalui SMS ini adalah handphone dengan type Siemens M55
4. Alat bantu (Tools) yang digunakan
- Solder dan timah
- Solder silicon
- Penyedot timah
- Bor listrik
- Obeng
- Tang
- Power supply

Perancangan rangkaian interface
Pada perancangan rangkaian interface sistem kontrol peralatan elektronik ini ada beberapa langkah-langkah yang harus dikerjakan, antara lain:

1. Pemilihan Komponen-komponen rangkaian interface
Pada perancangan / pembuatan rangkaian ini hal utama yang harus dikerjakan adalah pemilihan komponen. Pemilihan komponen didasarkan dan disesuaikan dengan alat sehingga dapat menghasilkan rancangan terbaik serta alat dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Adapun komponen-komponen yang digunakan dalam pembuatan rangkaian interface telah tertera pada bahan dan alat.
2. Perencanaan Rangkaian
Setelah menentukan komponen apa saja yang dibutuhkan didalam peralatan yang dibuat, tahap selanjutnya adalah melakukan perencanaan rangkaian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan rangkaian adalah:
- Merencanakan gambar rangkaian
- Menentukan besarnya nilai komponen yang digunakan dalam rangkaian
- Menentukan besarnya tegangan yang dibutuhkan oleh rangkaian
3. Perencanaan Tata Letak Komponen Dalam perencanaan / pembuatan tata letak komponen, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:
- Mempelajari gambar rangkaian secara seksama
- Merancang tata letak komponen secara baik sehingga dihasilkan tata letak komponen yang rapi dan memudahkan dalam perakitan, pengujian dan penggantian komponen (dalam hal ini dimisalkan penentuan letak optocoupler).
- Penyusunan tata letak komponen diusahakan agar efisien dalam penggunaan PCB dan akan memudahkan dalam perancangan lay out.

Prinsip Kerja Rangkaian
Rangkaian interface ini akan bekerja apabila mendapat sinyal berupa tegangan sebesar 4,2 Volt dari port paralel. Tegangan ini akan membuat komponen optocoupler menjadi aktif dan pada saat yang sama pula transistor langsung bekerja sehingga arus dari kolektor berupa tegangan positif 6 Volt DC yang bersumber dari catu daya akan terhubung pada sisi emitor yang bernilai negatif dan langsung mengaktifkan relay. Setelah relay bekerja dan mengaktifkan peralatan elektronik maka secara otomatis pula rangkaian input yang dihubungkan ke peralatan elektronik akan bekerja dimana relay yang ada pada rangkaian ini apabila mendapat input tegangan sebesar 220 Volt dari peralatan yang dikontrol maka secara otomatis relay akan menghubungkan resistor dan ground sehingga port status langsung berubah nilai menjadi nol.
4. Pembuatan jalur rangkaian pada PCB (Printed Circuit Board) Perancangan papan rangkaian tercetak dibuat agar komponen-komponen pada rangkaian menyatu dalam satu wadah dengan tata letak yang sedemikian rupa, sehingga memudahkan penempatan komponen-komponen dari rangkaian kontrol. Adapun teknik pembuatan papan rangkaian tercetak ada dua cara yaitu:
- Teknik langsung, yaitu pembuatan papan rangkaian tercetak dengan cara menggambar jalur-jalur hantaran sesuai dengan skema yang tercetak secara langsung pada papan PCB, selanjutnya dilakukan proses pelarutan dengan menggunakan larutan Ferrit Chlorida (Fe2Cl3)
- Teknik tidak langsung, yaitu pembuatan papan rangkaian tercetak dengan menggambar terlebih dahulu pada kertas, setelah itu gambar yang dikertas tersebut dipindahkan ke papan PCB. Pada pemilihan teknik pembuatan jalur rangkaian pada papan rangkaian tercetak ini, diambil teknik pembuatan langsung karena lebih mudah dan murah dalam pengadaan bahannya. Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan pada pembuatan rangkaian ini adalah sebagai berikut:
1. Papan rangkaian tercetak
2. Penggaris
3. Larutan Ferri Clorida (Fe2Cl3)
4. Spidol Permanen
5. Bor PCB dan mata bor 1,5 mm
Sedangkan cara membuat jalur-jalur penghubung pada PCB dapat dijelaskan pada langkah-langkah berikut :
1. Menyediakan diagram rangkaian elektonika yang akan dibuat pada selembar kertas dan menyiapkan semua komponen-komponen yang terdapat pada diagram rangkaian tersebut.
2. Menggambar rangkaian elektronika tersebut pada papan PCB dengan menggunakan spidol permanen dan penggaris.
3. Melubangi titik-titik kaki komponen pada papan PCB dengan menggunakan bor tangan dan mata bor dengan ukuran 1,5 mm
4. Melarutkan papan PCB tersebut pada larutan Fe2Cl3 dengan campuran air hangat sampai akhirnya lapisan tembaga yang tidak kena spidol akan hilang.
5. Mencelupkan papan PCB tersebut kedalam air sehingga sisa-sisa larutan Fe2Cl3 yang masih menempel di papan PCB hilang.
5. Penempatan Komponen-komponen rangkaian interface pada papan PCB Sebelum komponen-komponen rangkaian interface ini ditempatkan pada papan PCB terlebih dahulu dilakukan pengetesan pada komponen-komponen ini satu persatu untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan pada masing-masing komponen. Setelah dilakukan pengetesan pada komponen-komponen ini selanjutnya ditempatkan di papan PCB sesuai dengan tempatnya yang telah dirancang. Untuk menyatukan komponen rangkaian interface ini dengan papan PCB digunakan solder yang sekaligus menguatkan penempatan komponen-komponen rangkaian interface tersebut agar tidak terjadi kerusakan.
Setelah komponen disolder pada papan PCB selanjutnya dilakukan pengetesan pada rangkaian interface dengan memberi masukkan tegangan 6 Volt dari power supply dan menghubungkan rangkaian ini dengan komputer melalui port paralel, apabila komponen yang kita gunakan tidak mengalami kerusakan dan jalur-jalur pada papan PCB telah sesuai dengan diagram yang ada dikertas maka rangkaian interface ini akan langsung bekerja tetapi apabila komponen yang kita gunakan salah satunya mengalami kerusakan atau jalur-jalur yang kita gambar salah maka dipastikan rangkaian interface ini tidak akan bekerja.
6. Pembuatan Box
Setelah rangkaian interface di uji coba dan telah bekerja dengan sempurna maka langkah selanjutnya adalah pembuatan box untuk rangkaian interface ini, box rangkaian interface ini dibuat dengan menggunakan bahan fiber. Tujuan pembuatan box ini adalah melindungi rangkaian interface dari kerusakan , adapun langkah-langkah dari pembuatan box rangkaian interface adalah :
1. Menentukan panjang dan lebar alas box pada fiber.
2. Menentukan panjang dan lebar dinding box pada fiber.
3. Memotong alas dan dinding box sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.
4. Membuat lubang-lubang untuk baut dengan menggunakan bor listrik.
Perancangan Program Aplikasi Pada perancangan aplikasi sistem kontrol peralatan elektronik Melalui SMS ini digunakan bahasa pemrograman Borland Delphi versi 6.0. Seiring dengan pesatnya penggunaan sistem operasi yang berbasis graphical atau window/visual maka banyak pula di kembangkan bahasa pemrograman dan aplikasi pemrograman yang berbasis visual misalnya Delphi yang mendukung OOP (Object Oriented Programming) .
Aplikasi pengontrolan ini merupakan suatu program yang berfungsi untuk menghubungkan antara handphone, PC dan rangkaian pengontrol peralatan elektronik, Misalnya untuk menyalakan peralatan 1 maka software harus mengirim sinyal on atau 1 (biner) pada pin 1 paralel port dan sebaliknya untuk mematikannya harus dikirim sinyal off atau 0 (biner) ke pin 1 paralel port dan seterusnya.

Pada tampilan form pengontrolan yang dirancang terdapat beberapa buah komponen yang ada di delphi, adapun komponen-komponen yang digunakan yaitu: SpeedButton, ListView, StaticText, Shape, GroupBox, ProgressBar. Dalam form pengontrolan komponen-komponen ini memiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu:
1. SpeedButton Connect, berfungsi untuk mengkonekkan antara handphone dan komputer.
2. SpeedButton Close, berfungsi untuk menutup aplikasi.
3. ListView Inbox SMS, berfungsi untuk menampilkan isi pesan yang masuk di handphone.
4. ListView Info Handphone, berfungsi untuk menampilkan info dari handphone yang kita gunakan, misalnya : jenis handphone yang digunakan, jenis modem yang digunakan, nomor IMEI, nama operator jaringan dan nomor service centre dari kartu yang kita gunakan.
5. ProgressBar Signal, berfungsi untuk menampilkan status dari signal handphone yang kita gunakan.
6. ProgressBar Baterry, berfungsi untuk menampilkan status dari baterry handphone yang kita gunakan.
7. GroupBox Indikator SMS, dalam groupbox ini terdapat sebuah statictext yang berfungsi untuk memberikan tanda bahwa ada SMS yang masuk pada handphone.
8. StaticText Port Status, berfungsi untuk menampilkan kondisi dari port status
9. GroupBox Indikator Peralatan yang dikontrol, didalam groupbox ini terdapat 8 buah komponen Panel yang berfungsi untuk memberikan indikator bahwa peralatan elektronik yang kita nyalakan telah ON, komponen panel ini akan berubah warna merah apabila ada SMS yang masuk untuk menyalakan peralatan elektronik dan akan berwarna hitam apabila mendapat SMS untuk mematikan peralatan elektronik

Sistem kontrol ini dibangun dari tiga sub sistem, yaitu :
1. Rangkaian interface, yang berfungsi untuk mengontrol peralatan elektronik.
2. Rangkaian feedback, yang berfungsi sebagai umpan balik dari peralatan yang dikontrol
3. Program aplikasi, yang berfungsi untuk mengendalikan kerja rangkaian interface.

Pengujian Sistem
Pada pengujian sistem ini dilakukan dengan mengirim pesan dari handphone pengirim ke handphone yang terhubung dengan komputer, dimana pesan yang dikirim adalah pesan untuk mengaktifkan peralatan (ON).

Setelah pesan ini terkirim ke handphone yang terhubung dengan komputer dan diterima maka pada program aplikasi indikator dari sms akan berwarna merah dan pada komponen statictext akan berubah nilai dari 1 menjadi 0, ini menandakan bahwa ada sms yang masuk di handphone kemudian pesan yang masuk ini akan disesuaikan dengan kode yang ada, apabila pesan yang masuk ini sesuai dengan kode maka pesan ini langsung diteruskan ke rangkaian interface dan indikator dari peralatan yang dikontrol akan berwarna merah dan setelah peralatan aktif maka secara otomatis peralatan ini akan mengirim sinyal umpan balik melalui rangkaian feedback yang terhubung ke pin 12 pada port status, Kemudian setelah pesan diteruskan ke rangkaian interface dan peralatan yang terhubung ke rangkaian telah bekerja (ON) maka pesan ini akan langsung terhapus dari inbox handphone dan handphone yang terhubung ke komputer akan langsung mengirim pesan balik ke handphone pengirim bahwa peralatan yang dikendalikan telah bekerja (ON), pesan ini dikirim berdasarkan sinyal umpan balik dari rangkaian feedback yang terhubung ke peralatan yang dikontrol,Selanjutnya dilakukan pengiriman pesan untuk mengnonaktifkan peralatan (OFF), Setelah pesan ini diterima oleh handphone yang terhubung ke komputer maka indikator sms yang ada program aplikasi akan berubah menjadi warna merah, ini menandakan bahwa ada sms yang masuk di handphone terminal kemudian pesan yang masuk ini akan disesuaikan dengan kode untuk mengnonaktifkan peralatan, apabila pesan sesuai dengan kode maka pesan ini akan diteruskan kerangkaian interface dan indikator dari peralatan yang ada di program aplikasi akan berubah menjadi warna hitam, Kemudian setelah pesan ini diteruskan kerangkaian interface maka pesan ini akan langsung terhapus dari inbox handphone yang terhubung ke komputer dan selanjutnya handphone yang terhubung ke komputer akan mengirim pesan balik ke handphone pengirim bahwa peralatan telah OFF, Apabila handphone terminal menerima pesan yang tidak sesuai dengan kode maka handphone akan langsung mengirim pesan ke handphone pengirim,
Selain itu dilakukan juga pengiriman pesan dari beberapa buah SIM Card yang berbeda, dimana terdapat perbedaan antara waktu pengiriman pesan dari handphone pengirim dan pengiriman pesan balik dari handphone yang terhubung ke komputer.
Setelah melakukan pengujian sistem maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Adanya Jarak pengiriman yang berbeda-beda dan waktu (cepat atau lambatnya data diterima oleh handphone terminal) tidak dapat ditentukan secara pasti bahwa hasilnya akan sama pada pengiriman berikutnya. Karena hal tersebut tergantung pada padat atau tidaknya lalu lintas data yang terjadi pada saat itu.
2. Tegangan yang bersumber dari PLN harus dalam keadaan stabil yaitu 220 - 240 Volt. Apabila tegangan ini kurang atau lebih dari tegangan yang telah ditentukan maka akan mengakibatkan kerusakan pada peralatan yang dikontrol.
4. Tegangan yang masuk dari adaptor tidak boleh kurang dari 6 Volt, karena apabila tegangan tersebut kurang maka dipastikan relay tidak akan bekerja.

Langkah - langkah pengoperasian
Adapun langkah-langkah pengoperasian dari sistem kontrol alat elektronik melalui sms ini adalah :
1. Menyalakan komputer.
2. Menghubungkan handphone dengan komputer melalui kabel serial port.
3. Menghubungkan rangkaian interface dengan komputer melalui port paralel.
4. Memberi masukan tegangan 6 volt DC
5. Memberi masukan tegangan 220 volt AC.
6. Menghubungkan peralatan yang akan dikontrol pada rangkaian interface.
7. Menjalankan program aplikasi sistem kendali alat elektronik.
8. Mengkoneksikan handphone dan komputer dengan meng-klik tombol connect yang ada pada program aplikasi.
9. Sistem telah bekerja dan siap menerima input yang berupa pesan untuk menyalakan peralatan atau sebaliknya. Sistem kontrol alat elektronik melalui sms ini dapat dioperasikan dengan baik apabila seluruh peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan perlu diperhatikan bahwa tombol power pada peralatan yang akan dikontrol harus selalu dalam posisi ON.
Posted : Sabtu, 31 Januari 2009
KOMENTAR!

Oleh : boni
Rabu, 15 Juli 2009 | 08:50:48 wib

sistem kontrol peralatan elektronik menggunakan SMS
boleh minta listing program sama gambar rangkaiannya..?
thanks before...
Oleh : hans
Selasa, 4 Agustus 2009 | 08:54:43 wib

bagi2 dong,,,
boleh gak minta gambar n listing programnya...thanks.
Oleh : bayu candra
Senin, 10 Agustus 2009 | 14:34:23 wib

Minta dunkkzz..
sodaraku..minta listing program dan gambar rangkaiannya dunk.kirim ke emailku y.trima kasih...sukses buat HIMAKOM
Oleh : Rahman
Senin, 10 Agustus 2009 | 17:09:11 wib

Listing&gambar rangkaian
iya ntar dikirim.....
Oleh : bowo kuncoro
Rabu, 12 Agustus 2009 | 10:34:31 wib

saya boleh minta ga listing program dengan gambar rangkaiannya?? sebelumnya saya ucapkan terima kasih
Oleh : aris p w
Minggu, 16 Agustus 2009 | 00:46:35 wib

listing&gbr rangkaiannya bagi dunk
boleh g ne minta listing program ama gambar rangkaiannya?jadi penasaran ne.cayo buat HIMAKOM,temukan lagi apa yang lom ketemu.
Oleh : arif
Senin, 26 Oktober 2009 | 17:09:54 wib

list gambar rangkian and program
temen2 boleh g minta listing gambar rangkaian and program, terimah kasih
Oleh : Gekris
Rabu, 2 Desember 2009 | 08:23:08 wib

Hubungan dan gambar rangkaiannya
boleh tidak sy minta hubungan-hubungan rangkaiannya atau gambar rangkaiannya.
Oleh : Titan Arisanto
Sabtu, 13 Maret 2010 | 10:22:13 wib

Listing pr0gram & Gbr Rangkaian
Saya m0 minta Listing s'kaligus gbr rangkaian'y..
Kl0 ada s'kalian Sistem k0ntr0l'y yg b'basis PLC t0l0ng d'muat yach..
Thx's..!!

Nama
:
E-Mail
:
Judul :
Komentar :
 
 
 
Copyright © 2008 www.himakomers.com All Right Reserved